Selasa, 22 Juni 2010

puisi

HAMPA, PENAT DAN MATI RASA


Hampa hati ku…
saat ini sepi
sendiri aku dengan penat ku
cinta telah hilang, datang dan pergi

seakan smua tidak menghiraukan
ingin aku berteriak di atas kepenatan
dalam benak hanya ada asa
yang hilang entah kemana

disini aku berdiri menanti suatu yang tak pasti
entah kapan rasa itu akan kembali
hanya keajaiban yang akan kembalikan semua
seperti sediakala

dimana cinta itu mulai kembali
dan hadir untuk slamanya
akan ku jaga hingga akhir nanti
sampai semua hilang dan lenyap dari dunia

dunia yang palsu
yang penuh dengan kemunafikan
dan kebohongan
yang membuat hampa, penat dan mati rasa


AKHIR DARI SEMUA

aku terdiam ketika itu
aku terbata-bata tak bisa bicara
aku hanya termenung ketika itu
aku berfikir tentang semua

semua yang harusnya tidak aku fikirkan
malam itu, malam yang melancolis
mendayu-dayu lagu cinta
mengiringi di atas kepedihan ku

hidup memang untuk memilih
bukan untuk penyesalan
memang ini jalan mu
jalan hidup mu


akhir dari semua
perjalanan cinta yang dulu indah
sekarang tinggal kenangan
yang mungkin akan terlupakan

aku yakin kau akan bahagia dengannya
aku yakin kau akan tersenyum dengannya
kau akan dapatkan
dan meraih impian mu

berharap kau akan sejati dengannya
maaf jika aku tak bisa bahagikan kamu dulu
maaf jika aku tak bisa menjadi seperti yang kau minta
maaf kan aku yang dulu


ALAM

alam itu suatu keindahan
yang tak bisa di ungkapkan
semilir angin yang meniup helai rambut ku
membuatku merasa damai

barisan pohon yang rindang berjajar rapi
hijau dan indah
ketika ku menatap semua dari ketinggian
dari puncak gunung gede pangrango semua terlihat kecil dan kerdil

di atas kuasa TUHAN
manusia pun tak mampu melawan alam
manusia hanya mampu antisipasi
sebelum semua terjadi

aku melihat air yang jatuh dari ketinggian
sangat deras tapi tetap indah
kuasa TUHAN
semua bisa terjadi






`

Tidak ada komentar:

Posting Komentar